REMAJA DAN KEPEMIMPINAN MASA DEPAN
1. Pendahuluan
Remaja dalam kamus besar Bahasa Indonesia edisi ke-3 Balai Pustaka berarti mulai Dewasa, dan Dewasa berarti sampai umur, akil balig.
Berbicara tentang remaja, kita juga akan menemukan makna semangat. Masa muda adalah masa yang penuh dengan gejolak, banyak hal yang akan dialami oleh remaja.
Remaja sekarang berbeda dengan para remaja zaman dulu yang sekarang menjadi para pemimpin bangsa, contohnya saja seperti Ir. Akbar Tanjung, Prof DR. Amin Rais, Hj. Magawati dan banyak lagi tokoh-tokoh zaman sekarang yang dulunya pada zaman Ir. Sokarno adalah para remajanya.
Kekuatan suatu bangsa salah satunya terletak ditangan remajanya, karena sebagai generasi muda pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa, remaja memiliki peran dalam menentukan akan jadi seperti apa masa depan suatu bangssa.
2. Remaja sebagai indikator keberhasilan masa depan sebuah bangsa
Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa salah satu kekuatan suatu bangsa berada ditangan para remajanya karena baik buruknya kondisi bangsa di masa depan, dapat dilihat dari kondisi para generasi muda (remaja) bangsa tersebut hari ini.
Suatu hal yang harus kita pahami bahwa 10-20 tahun yang akan datang dapat dilihat pada wajah para remajanya hari ini. Jika kita membentuk para remaja kita hari ini dengan kedisiplinan, ketekunan, kerja keras dan perjuangan, maka kita akan memetik buahnya 10-20 tahun yang akan datang. Bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar dan maju serta menjadi bangsa yang beradap.
Namun, jika kondisi remaja kita hari ini penuh dengan kemalasan, kabodohan, mental serba instan, mental aji mumpung, dan mental korupsi, maka kita seperti memiliki bom waktu, yang tinggal menunggu saatnya meledak, dengan interpretasi kehancuran masa depan bangsa kita. Bangsa ini akan semakin terpuruk, terbelakang, bodoh,mudah di permainkan, serta tidak memiliki kewibawaan dan harga diri.
3. Remaja dan Kepemimpinan
Seorang remaja harusnya sadar bahwa masa depan bangsa dan kepemimpinan negara berada ditangan mereka. Hal ini disebabkan asas kepemimpinan adalah kesadaran dan kemauan. Kepemimpinan diperlukan agar setiap ranah kehidupan menjadi jelas dan terarah tujuanya. Kepemimpinan bukan hanya hadir sebagai pelengkap, akan tetapi kepemimpinan separti menjadi ruh dalam perjalanan suatu bangsa. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana karakteristik,sikap dan ciri pemimpin yang baik serta pemipin yang dibutuhkan di masa depan. Kepemimpinan dimasa depan harus mampu menjawab tantangan zaman yang yang semakin banyak. Dua peran utama kepemimpinan adalah Pemimpin sebagai pelayan (servant leader) dan peimpin sebagai pelindung (guardian leader). Kepemimpinan masa depan lebih ditekankan kepada pemimpin yang bisa melayani rakyatnya. Servant leader selalu berorientasi kepada orang lain dalam mengambil keputusan. Filosofinya menerapkan etika dan kepedulian, dan hal ini meningkatkan pertumbuhan pribadi masyarakat. Sembari meningkatkan kepedulian dan kualitas kehidupan organisasi, intelektual, dan spiritual. Sedangkan jawaban untuk sikap dan ciri kepemimpinan yang baik adalah :
a. Pemimpin yang berilmu, berakhlak, berintegritas, profesional, dan panadai
b. Pemimpin membuat keputusan dan bertanggung jawab atas keputusunya
c. Pemimpin menetapkan yang betul
d. Pemimpin dapat mempengaruhi, bukan dipengaruhi
e. Pemimpin harus bersedia mendengar dan berlaang dada
f. Pemimpin dapat memberi semangat dan motivasi
g. Pemimpin dapat memberi suri tauladan
Oleh karenaya, seorang remaja harus mengetahu pengetahuan tentang kepemimpinan. Mulai dari “apa itu pemimpin”, “ciri-ciri”,sampai ke “tugas” pemimpin. Pemimpin adalah seseorang yang pandai dan menggunakan kepandaian tersabut untuk menggerakkan diri, organisasi, dan masyarakat. Diantara hal-hal yang harus dikuasai adalah :
a. Pandai memanajemen, termasuk mengurus diri dan organisasi, serta mengatur waktu
b. Pandai memperoleh informasi
c. Pandai menghormati
d. Pandai menganalisa dan membuat keputusan
e. Pandai bermsyawarah
f. Pandai mengatur keuangan
g. Pandai akan IPTEK
h. Pandai dalam bermasyarakat
i. Pandai menulis dan mendokumentasi
j. Pandai dalam kewirausahaan
Itulah hal-hal yang harus mulai dipelajari remaja pada saat ini agar dapat meneruskan perjuangan mempertahankan dan memajukan bangsa dan negaranya.
Seorang remaja dituntut untuk tidak apatis (masa bodoh) atas segala masalah yang menimpa bangsa dan negara. Baik itu masalah bencana alam sampai sosial ekonomi dan politik. Remaja sebagai generasi penerus, yang harus melawan kebobrokan dan kerusakan yang ada pada negaranya.
4. Remaja Indonesia
Kehidupan Remaja Indonesia saat ini berbeda dengan kehidupan remaja pada masa lalu. Bila orang-orang tua kita mengatakan bahwa dahulu ketika remaja mereka masih mengerti bagaimana harus bersikap kepada kedua orang tuanya dan kepada orang lain yang lebih tua, maka hal itu saat ini sudah bergeser.
Peran remaja Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dapat diragukan lagi. Sumpah Pemuda pada tahun 1928 sebuah hasil yang sangat brilian pada zaman itu.
Pertempuran-pertempuran yang terjadi dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia terjadi secara terus menerus, dan akhirnya dimenangkan oleh bangsa Indonesia. Semua itu terjadi karena peran remaja Indonesia pada saat itu.
5. Permasalahan Remaja
Permasalahan yang sering dihadapi oleh generasi muda dibelahan dunia adalah masalah pergaulan antara anak laki-laki dan perempuan. Permasalahan dalam pergaulan memeng masalah yang sangat serius. Di era global seperti sekarang ini, kita dituntut untuk mengenal teknologi informasi. Namun, bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahakan, kemajuan teknologi sekarang ini mendatangkan dampak positif dan dampak negatif. Salah satu dampak positif yang muncul adalah kemudahan akses dalam memperoleh informasi. Di sisi lain, kemajuan teknologi juga membawa dampak negatif, yaitu dengan kemudahan akses memperoleh informasi apabila tidak diimbangi oleh kemampuan untuk menyaring informasi tersebut, maka yang akan timbul adalah masuknya informasi-informasi negatif yang dapat mendatangkan efek buruk bagi individu yang menerimanya.
Kemajuan teknologi selalu diidentikkan dengan generasi muda. Generasi muda merupakan generasi yang dinamis, yang mengalami perubahan secara cepat.
Secara psikologis, remaja masih berada dalam masa pencarian jati diri, dimana pada masa ini memungkinkan mereka untuk mencoba banyak hal dalam rangka eksplorasi untuk mendapatkan hal yang dirasa paling cocok bagi diri mereka,dengan disertai kondisi emosional yang masih sangat labil, mereka menjadi sosok yang dapat dengan mudah terombang-ambing oleh lingkunganya. Kondisi seperti ini sangat membahayakan diri remaja itu sendiri. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah “bagaimana cara agar dapat menjadi sosok remaja yang kuat,dan tidak terjebak maupun terseret kedalam arus negatif perkembangan zaman”
Kunci dari semua permasalahn tersebut adalah menjadikan islam sebagai “way of life” atau gaya hidup. Islam yang merupakan agama terakhir yang paling sempurna diturunkan oleh Allah SWT melalui Rosulullah SAW seperti yang dituangkan dalam Al-Qur’an Surat Al Maidah ayat 3
6. Pendidikan sebagai solusi utama dari kepemimpinan
Pendidikan merupakan komponen utama dalam pembangunan suatu bangsa. Sangat disayangkan bahwa pendidikan yang diterapkan di negara berkembang hanya berorientasi pada pemberantasan buta aksara. Indonesia perlu memiliki “kepemimpinan yang memiliki kemampuan analisa, berwawasa, dan bertanggung jawab” ketimbang sekadar “pendidikan biasa”.
Hakikat dari pendidikan adalah memerangi kebodohan. Sebagai umat Islam, yang diridhoi oleh Allah SWT, jangan sampai kita kembali berada dalam lubang kekolotan dan kejumudan dalam kehidupan. Seperti sabda Rosulullah SAW “Mencari Ilmu Hukumnya wajib Bagi setiap muslim”. Oleh karena itu pendidikan perlu digalakkan ketika zaman keemasan mulai muncul.
Asas utama yang harus terbentuk dalam pemikiran dan kerangka tindakan generasi muda di dalam mengembalikan zaman keemasan peradaban Islam adalah pendidikan. Usaha memajukan sistem pendidikan yang mewujudkan pencerahan pemikiran dan menyanjung tingginya akhlak harus menjadi agenda utama dalam mengimplementasikan Islam dalam segala nuansa kehidupan walaupun ditengah-tengah kemajuan sains dan teknologi yang semakin maju.
Oleh karena itu, kehidupan berbudaya perlu digalakkan. Empat budaya kecemerlangan yang dapat mengangkat derajat bangsa dan agama Islam, diantaranya yaitu :
a. Budaya Ilmu
b. Budaya beragama
c. Budaya kepemimpinan
d. Budaya jati diri
Selain IPTEK, pendidikan moral agama juga perlu ditanamkan kepada para remaja agar dapat manyeimbangi besarnya arus globalisasi saat ini.
Jika pendidikan pada IPTEK dan pendidikan moral agama serta pemikiran dapat berjalan dengan seimbang, maka tidak diragukan lagi akan dapat melahirkan generasi yang unggul, yang dapat bersaing secara sportif, serta siap berkancah dalam segala area kehidupan.
7. Harapan kepada Remaja
Harapan, visi, impian, sebenarnya adalah energi terbesar seseorang untuk maju dan berkembang. Kata seorang Ralph Waldo Emerson, “ The search after the great, men is the dream of youth, and the most serious occupation of manhood”, yang artinya begitu besarnya pengaruh impian sejak remaja. Impian seorang remaja menjadikanya kelak sebagai ‘great man’ dan hal tersebut merupakan kunci awal menuju kedewasaan dan keberanian untuk menghadapi masa depan salah satunya menjadi pemimpin di masa depan. Pertanyaan yang kemudian muncul kenapa harus sejak remaja? Kenapa bukan masa kanak-kanak? Jawabanya sederhana karena energi terbesar dari seseorang dalam hidupnya adalah masa remaja, remaja yang berani bermimpi. Sangat disayangkan bila masa emas kita dengan energi yang luar biasa hanya digunakan untuk bersenang-senang dan terpengaruh hal-hal buruk yang menghancurkan masa depan mereka. Jadi sebagai remaja, manfaatkanlah energi kita yang sangat besar untuk berani bermimpi dan berjuang saat ini untuk meraih mimipi kita. Berjuang dengan kemampuan terbaikmu saat ini juga, tunjukkan keunggulan kita dan bermimpilah. Tetapi, tentu tidak sesederhana itu, ada proses-proses yang harus dilalui dalam menempuh impian. Proses perjuangan yang melelahkan, proses berharap yang sedemikian panjang dan hal itu dihadapkan pada 2 pilihan, yaitu terus maju atau mundur dari arena pertandingan. Perjuangan tak semudah membalikkan telapak tangan, perjuangan akan menghadap banyak tantangan yang akan menguji ketangguhan sang pemimpi itu sendiri. Proses perjuangan dengan bertarung melawan rintangan-rintangan, dan melawan ego. Serta jangan dilupakan , perjuangan untuk selalu bertawakal dan berdo’a untuk mengharapkan kekuatan dari yang Maha Kuasa. Dan hal terindah serta dapat mempertahankan semangat perjuangan adalah teruslah bermimpi!!!, teruslah berharap!!!, wujukanah mimpi itu, wujudkanlah harapan itu!!! Demi kemajuan bangsamu.
Nikmatilah proses-proses itu, walau memang menyakitkan, tetapi berbuah manis pada akhirnya. Seperti yang dikatakan Albert Einstein, “I Live Solitude which is painful in youth,but delicious in the years of maturity”.
8. Penutup
Jika kita meliht sejarah umat Islam, kita akan menemukan peradaban yang keemasanya mengalami maju mundur-maju mundur, dan tidak tertentu arahnya. Ini disebabkan oleh kekolotan dan tirani yang kejam dibalik baja emas ilmu pengetahuan dan pemikaran yang tidak dilandasi oleh sikap toleransi dan akhlak yang mulia serta sikap yang mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.
Dalam mengajak remaja untuk memasuki area pendidikan akan menemui berbagai perkara menarik. Ada yang mudah, ada pula yang susah. Perlu suatu daya tarik yang dapat menimbulkan kesadaran pada diri remaja sehingga pendidikan yang bermuara pada iman, taqwa dan akhlak dapat mereka nikmati.
Permasalahan remaja memang sangat kompleks didepan mata. Tetapi bagaimanapun mereka adalah harapan bangsa masa depan. Ditengah perjuangan dalam menuntut perubahan, masalah yang dihadapi para remaja adalah maslah pergaulan.
Remaja memiliki posisi yang sangat panting dan strategis, karena menjadi poros bagi punah atau tidaknya suatu bangsa. Benjamin Fine dalam bukunya 1.000.000 Deliquents mengatakan, “a generation who will day become our leader ”. generasi muda adalah pelurus dan pewaris bangsa dan negara ini, baik buruknya bangsa kedepan tergantung pada generasi mudanya. Apakah generasi memiliki kepribadian yang kokoh, memiliki semangat nasionalisme membangun bangsa dan negaranya, apakah generasi mudanya memiliki dan menguasai pengetahuan dan teknologi untuk bersaing dengan bangsa lain dalam tataran global, dan tergantung pula kepada apakah generasi mudanya berfikir positif untuk berkreasi yang akan melahirkan karya-karya nyata yang membawa pengaruh dan perubahan yang besar bagi kemajuan bangsa dan negranya.
Langganan:
Postingan (Atom)

