Rabu, 12 Mei 2010

waNita dalam kaca mata ISLAM


DR. Yusuf Al Qardhawi berkata “Secara umum kaum wanita lebih besar atensinya terhadap agama daripada kaum pria. Tampak sekali naluri kerinduan, kasih sayang, dan kelembutan yang dianugerahkan Allah khusus kepada wanita telah menjadikannya lebih dekat kepada fitrah keagamaan daripada kaum pria. Sehingga tidaklah heran bila risalah-risalah kaum ibu dan remaja putri lebih banyak dan melimpah daripada risalah kaum pria dan para pemuda. Begitu juga komitmennya terhadap agama lebih besar dan rasa takutnya terhadap pedihnya adzab hari akhir yang lebih dominan.“ (Pengantar Fatawa Mu’ashirah, 1981: 31). Kesaksian fuqoha kontemporer yang telah malang melintang dalam dunia pergerakan Islam ini menepis anggapan musuh-musuh Islam yang mendiskreditkan Islam dan wanita dengan menyerukan gaya hidup hedonis, materialis, dan glamor.

Islam adalah din yang syamil mutakamil, utuh menyeluruh, sempurna dan menyempurnakan. Islam memandang wanita secara adil dan proporsional, dengan menjunjung tinggi harkat dan martabatnya, mengeluarkannya dari gelapnya kejahiliyahan kepada cahaya Islam. Dalam perspektif syariat pada hakikatnya antara pria dan wanita tidak ada pembedaan. Masing-masing akan mendapat pahala di sisi Allah, sesuai dengan tingkatan iman, taqwa, dan amal shalih yang dikerjakannya. “Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikitpun” (QS. An-Nisa’ : 124).
Islam menempatkan wanita sebagai sebaik-baik perhiasan dunia. Rasullullah SAW bersabda, “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. Yaitu jika dipandang ia menyenangkan, jika diperintah ia taat dan jika ditinggal pergi dijagalah hartanya dan kehormatannya “(HR. Muslim). Fitrah manusia mendambakan perhiasan dalam kehidupan dunia. Karena manusia dibekali nafsu syahwat, maka secara fitrah nafsu syahwat akan mendorong manusia mencintai perhiasan dan keindahan. Namun Allah tidak membiarkan naluri fitrah manusia yang diakui-Nya bergerak liar tidak terkendali. Fitrah akan kesenangan itu harus dikelola dengan baik sesuai koridor yang sudah ditetapkan Allah. Islam menetapkan beberapa karakteristik wanita dalam pelaksanaan syariatnya. 1. Islam menjadikan pria sebagai pemimpin (qowwam) atas wanita. Dijadikan kewajiban sebagai qowwam bagi laki-laki karena fitrah laki-laki adalah untuk melindungi dan menentramkan wanita, sekaligus kewajiban laki-laki untuk mencukupi nafkah bagi keluarganya (QS. An-Nisa’: 34). Akan tetapi wanita pun berhak untuk memimpin, yakni sesama wanita atau apa dan siapa saja yang berada dalam tanggung jawabnya (mas’uliyah-nya). 2. Islam memberikan hak thalaq kepada laki-laki. Ini bukti keadilan syari’at Allah, karena laki-lakilah yang wajib memberi nafkah dan membayar mahar (QS. Al-Baqarah: 233). Selain itu, laki-laki memberikan perlindungan dan ketenangan kepada wanita dalam rumah tangga agar tercapai rumah tangga sakinah. mawaddah, warahmah. 3. Wanita adalah separuh laki-laki dalam kesaksian di depan hakim, juga dalam pembagian warisan. (QS. Al-Baqarah: 182; QS. An Nisa’: 11) Karena laki-laki diberi amanah dan tanggung jawab yang lebih berat daripada wanita. Islam hadir dengan menempatkan wanita di tempat yang mulia. Perintah menuntut ilmu adalah wajib hukumnya bagi lelaki dan perempuan. Seseorang wanita haruslah cerdas bukan untuk tujuan agar mampu bersaing dengan lelaki, tetapi untuk tujuan yang jauh lebih mulia, yaitu menjadi seorang pendidik. Mendidik generasi bukanlah hal yang mudah dan tidak akan cukup dengan bekal seadanya. Bagaimana mungkin seorang wanita mampu mendidik anak-anak yang lahir dari rahimnya jika dia sendiri tidak mampu mendidik dirinya sendiri. Perintah menutup aurat juga sebagai bukti perlindungan Islam terhadap pandangan lelaki yang tidak berhak memandangnya. Itulah keadilan Islam dalam memposisikan kemuliaan wanita sesuai tabiat dan fitrah manusia. (bu2/disadur dari buku “Melukis Hati Wanita” oleh Abu ‘Izzudin)

0 komentar:

Posting Komentar

your mind..